Jumat, 31 Juli 2015

Pesona Ubud



Pesona Ubud

Siapa yang tidak tahu Bali? Jika anda ingin berlibur di Bali pasti wisata tujuan anda hanya berkisaran pada wilayah Kuta saja. Tapi cobalah anda mengunjung daerah lain di Bali. Seperti Ubud. Wisata disana tak kalah menariknya. Baiklah, saya akan mencoba mengulas tentang pariwisata di Ubud sesuai dengan yang saya ketahui.
Ubud sudah menjadi tujuan wisata bagi wisatawan lokal dan wisataan mancanegara. Jika anda pergi ke Ubud kota anda akan menjumpai restaurant, café, hotel dan villa yang ditujukan pada wisatawan. Untuk transportasi pun banyak ada penyewaan sepeda dan sepeda motor untuk anda yang ingin berkeliling di Ubud dengan santai. Untuk taxi pun sangat mudah. Sedangkan akses untuk menuju Ubud hanya berkisaran sekitar 1 jam dari Denpasar.

Beberapa tempat wisata di Ubud :
Pasar Tradisional Ubud





Walaupun Ubud dipenuhi mini market, super market, restaurant, café dan tempat makan yang modern seperti Starbucks, Chatime, Breadlife, Gelato dan lain-lain, tetapi Pasar Tradisional Ubud yang berdekatan dengan Puri Ubud ini masih tetap menjadi tujuan wisatawan. Pasar Tradiosnal Ubud masih tetap menjajakan dagangan seperti pasar umum lainnya pada pagi hari. Pada pagi hari anda akan melihat pedagang-pedangan bahan-bahan makanan layaknya pada pasar umumnya, seperti pedagang sayuran, buah-buahan dan lan-lain. Tapi pada siang hari sampai sore hari pasar ini akan berubah menjadi pasar oleh-oleh untuk para turis. Berbagai souvenir khas Bali ada disana. Udeng, kamen, kaos, tas, gelang, jepitan rambut, wewangian, sandal dan lan-lain ada disana. Di Bali sudah banyak berdiri pusat oleh-oleh yang berfasilitaskan AC dan kenyamanan lainnya. Tetapi untuk anda yang pandai menawar dan sekalian ingin berjalan-jalan merasakan keramaian pasar tradisonal, Pasar Tradsional Ubud bisa menjadi pilihan anda. Bagi anda yang tidak membawa guide, untuk bahasa tenang saja, kebanyakan pedagang disana sudah pandai berbahasa inggris, dari yang sudah fasih sampai yang hanya cuma bisa bernegosiasi tentang harga.
Pasar Tradisional Ubud bukan hanya untuk membeli oleh-oleh saja. Sekarang di Ubud sudah ada restotan dan hotel yang menyediakan cooking class atau kelas memasak untuk wisatawan, misalnya yang terkenal seperti di Paon Bali yang menyediakan kelas memasak di rumah. Makanan yang diajar pun adalah masakan khas Bali atau kuliner Indonesia. Peserta kelas juga diajak membeli bahan-bahannya. Jadi, wisatawan pada pagi hari akan diajak ke Pasar Tradsional Ubud untuk membeli bahan-bahan. Wisatawan akan ditemani guide untuk berkeliling di pasar untuk mencari bahan yang diperlukan untuk masak, wisatawan juga dapat melihat interaksi antara pedagang dan pembeli secara langsung. Wisatawan dianjurkan aktif dalam kegiatan beli membeli ini.




Bukit Campuhan





Mungkin banyak yang belum tau tentang Bukit Campuhan di Ubud. Akses masuknya terletak tidak jauh dari Museum Antoni Blanco. Bukit ini memiliki jalan setapak sepanjang  1,5 km dimana di kanan kirinya terdapat hamparan rumput hijau dan jurang dengan lembah yang hijau juga. Disana pun ada Pura Campuhan, tempat masyarakat Hindu bersembahyang. Pada saat odalan/ upacara agama, Campuhan akan sangat ramai dipenuhi masyarakat Hindu. Namun saya rasa hal itu tidak akan banyak mengganggu, karena letak Pura Campuhan yang berada di selatan.
Banyak orang yang memanfaatkan tempat ini sebagai track untuk berolah raga pagi maupun sore. Terlebih lagi tempat ini menjadi tujuan wisatawan untuk berfoto. Rerumputan yang tinggi membuat Campuhan terlihat sangat bagus untuk berfoto-foto. Untuk harga masuknya Anda tidak usah khawatir karena di Bukit Campuhan tidak dipungut biaya. Anda hanya akan diminta membayar tempat parkir dan kebersihan dua ribu perorang. Sangat terjangkau kan?
Untuk Anda yang ingin ke Bukit Campuhan saya sarankan datang pada pagi hari atau sore hari. Pada pagi hari udara disana masih fresh dan kamu akan dimanjakan dengan panorama bukit yang dipeluk oleh embun-embun pagi. Pada sore hari langit disana akan terlihat lebih berwarna. Tetapi jangan datang pada siang hari. Pada siang hari disana akan sangat panas karena tidak adanya pepohonan rindang. Dan di Bukit Campuhan tidak diperuntukan untuk malam hari.
Mungkin untuk Anda yang belum pernah kesana Anda akan merasa kesulitan mencari tempat itu. Karena tidak adanya plang yang menunjukan arah ke Bukit Campuhan. Jalan ke Bukit Campuhan pun kita harus menuruni jalan yang cukup tajam. Saran saya tanyakan saja pada masyarakat setempat.



Monkey Forest






Dari nama tempatnya kita sudah tau tempat apa ini. Ya, ini adalah hutan yang dipenuhi monyet. Tapi Anda tidak usah khawatir. Hutan ini tidak terletak ditempat terpencil. Justru hutan ini terletak di Ubud kota. Monyet disana dibiarkan berkeliaran begitu saja, namun monyet-monyet disana terbilang ramah, jadi Anda tak usah takut. Tetapi Anda harus tetap berhati-hati dengan barang bawaan Anda, saya sarankan juga untuk tidak membawa makanan kesana. Karena monyet akan menyadarinya dan merebut paksa makanan itu dari Anda. Tapi tak usah khawatir. Disana banyak penjaga. Anda pun bisa memberi pisang kepada monyet-monyet itu. Disana pun sudah terdapat pedagang pisang.

Untuk tiket masuknya bisa dibilang terjangkau. 30 ribu rupiah untuk orang dewasa dan 10 ribu rupiah untuk anak-anak. Anda bisa masuk melalui utara atau selatan. Namun untuk parkir yang lebih nyaman saya sarankan Anda masuk melalui utara.

Selain monyet, di Monkey Forest juga terdapat beberapa rusa. Namun rusa diletakkan di kurungannya, tetapi Anda masih bisa berinteraksi dengan rusa-rusa tersebut. Selain binatangnya, ada beberapa hal yang dimiliki Monkey Forest yaitu beberapa Pura, jembatan dan kolam ikan. Pura terdapat di selatan dan juga ada di samping kolam ikan, disana pun terdapat kuburan yang terletak diatas. Jembatan terletak disebelah barat, jembatan itu membentang dari selatan sampai ke utara. Di kolam ikan itu pun terdapat ikan yang besar-besar, kolam itu pun terlihat unik. Akses ke kolam pun Anda harus menuruni jembata tangga yang berbentuk seperti naga, dan dibawah jembatan naga itu terdapat sungai yang jernih. Di tengah Monkey Forest terdapat kolam untuk tempat para monyet mandi. Mungkin Anda akan beruntung melihat tingkah para monyet yang sedang mandi.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar