Pesona Ubud
Siapa yang tidak tahu Bali? Jika anda ingin berlibur di Bali
pasti wisata tujuan anda hanya berkisaran pada wilayah Kuta saja. Tapi cobalah
anda mengunjung daerah lain di Bali. Seperti Ubud. Wisata disana tak kalah menariknya.
Baiklah, saya akan mencoba mengulas tentang pariwisata di Ubud sesuai dengan
yang saya ketahui.
Ubud sudah menjadi tujuan wisata bagi wisatawan lokal dan
wisataan mancanegara. Jika anda pergi ke Ubud kota anda akan menjumpai restaurant,
café, hotel dan villa yang ditujukan pada wisatawan. Untuk transportasi pun
banyak ada penyewaan sepeda dan sepeda motor untuk anda yang ingin berkeliling
di Ubud dengan santai. Untuk taxi pun sangat mudah. Sedangkan akses untuk
menuju Ubud hanya berkisaran sekitar 1 jam dari Denpasar.
Beberapa tempat
wisata di Ubud :
Pasar Tradisional Ubud
Walaupun Ubud dipenuhi mini market, super market, restaurant,
café dan tempat makan yang modern seperti Starbucks, Chatime, Breadlife, Gelato
dan lain-lain, tetapi Pasar Tradisional Ubud yang berdekatan dengan Puri Ubud
ini masih tetap menjadi tujuan wisatawan. Pasar Tradiosnal Ubud masih tetap
menjajakan dagangan seperti pasar umum lainnya pada pagi hari. Pada pagi hari
anda akan melihat pedagang-pedangan bahan-bahan makanan layaknya pada pasar
umumnya, seperti pedagang sayuran, buah-buahan dan lan-lain. Tapi pada siang
hari sampai sore hari pasar ini akan berubah menjadi pasar oleh-oleh untuk para
turis. Berbagai souvenir khas Bali ada disana. Udeng, kamen, kaos, tas, gelang,
jepitan rambut, wewangian, sandal dan lan-lain ada disana. Di Bali sudah banyak
berdiri pusat oleh-oleh yang berfasilitaskan AC dan kenyamanan lainnya. Tetapi untuk
anda yang pandai menawar dan sekalian ingin berjalan-jalan merasakan keramaian pasar
tradisonal, Pasar Tradsional Ubud bisa menjadi pilihan anda. Bagi anda yang
tidak membawa guide, untuk bahasa tenang saja, kebanyakan pedagang disana sudah
pandai berbahasa inggris, dari yang sudah fasih sampai yang hanya cuma bisa bernegosiasi
tentang harga.
Pasar Tradisional Ubud bukan hanya untuk membeli oleh-oleh
saja. Sekarang di Ubud sudah ada restotan dan hotel yang menyediakan cooking
class atau kelas memasak untuk wisatawan, misalnya yang terkenal seperti di
Paon Bali yang menyediakan kelas memasak di rumah. Makanan yang diajar pun
adalah masakan khas Bali atau kuliner Indonesia. Peserta kelas juga diajak
membeli bahan-bahannya. Jadi, wisatawan pada pagi hari akan diajak ke Pasar
Tradsional Ubud untuk membeli bahan-bahan. Wisatawan akan ditemani guide untuk
berkeliling di pasar untuk mencari bahan yang diperlukan untuk masak, wisatawan
juga dapat melihat interaksi antara pedagang dan pembeli secara langsung. Wisatawan
dianjurkan aktif dalam kegiatan beli membeli ini.
Bukit Campuhan
Mungkin banyak yang belum tau tentang Bukit
Campuhan di Ubud. Akses masuknya terletak tidak jauh dari Museum Antoni Blanco.
Bukit ini memiliki jalan setapak sepanjang
1,5 km dimana di kanan kirinya terdapat hamparan rumput hijau dan jurang
dengan lembah yang hijau juga. Disana pun ada Pura Campuhan, tempat masyarakat
Hindu bersembahyang. Pada saat odalan/ upacara agama, Campuhan akan sangat
ramai dipenuhi masyarakat Hindu. Namun saya rasa hal itu tidak akan banyak
mengganggu, karena letak Pura Campuhan yang berada di selatan.
Banyak orang yang memanfaatkan tempat ini
sebagai track untuk berolah raga pagi maupun sore. Terlebih lagi tempat ini
menjadi tujuan wisatawan untuk berfoto. Rerumputan yang tinggi membuat Campuhan
terlihat sangat bagus untuk berfoto-foto. Untuk harga masuknya Anda tidak usah
khawatir karena di Bukit Campuhan tidak dipungut biaya. Anda hanya akan diminta
membayar tempat parkir dan kebersihan dua ribu perorang. Sangat terjangkau kan?
Untuk Anda yang ingin ke Bukit Campuhan saya
sarankan datang pada pagi hari atau sore hari. Pada pagi hari udara disana
masih fresh dan kamu akan dimanjakan dengan panorama bukit yang dipeluk oleh
embun-embun pagi. Pada sore hari langit disana akan terlihat lebih berwarna.
Tetapi jangan datang pada siang hari. Pada siang hari disana akan sangat panas
karena tidak adanya pepohonan rindang. Dan di Bukit Campuhan tidak diperuntukan
untuk malam hari.
Mungkin untuk Anda yang belum pernah kesana Anda akan
merasa kesulitan mencari tempat itu. Karena tidak adanya plang yang menunjukan
arah ke Bukit Campuhan. Jalan ke Bukit Campuhan pun kita harus menuruni jalan
yang cukup tajam. Saran saya tanyakan saja pada masyarakat setempat.Monkey Forest
Dari nama tempatnya
kita sudah tau tempat apa ini. Ya, ini adalah hutan yang dipenuhi monyet. Tapi
Anda tidak usah khawatir. Hutan ini tidak terletak ditempat terpencil. Justru
hutan ini terletak di Ubud kota. Monyet disana dibiarkan berkeliaran begitu
saja, namun monyet-monyet disana terbilang ramah, jadi Anda tak usah takut. Tetapi
Anda harus tetap berhati-hati dengan barang bawaan Anda, saya sarankan juga
untuk tidak membawa makanan kesana. Karena monyet akan menyadarinya dan merebut
paksa makanan itu dari Anda. Tapi tak usah khawatir. Disana banyak penjaga.
Anda pun bisa memberi pisang kepada monyet-monyet itu. Disana pun sudah
terdapat pedagang pisang.
Untuk tiket
masuknya bisa dibilang terjangkau. 30 ribu rupiah untuk orang dewasa dan 10
ribu rupiah untuk anak-anak. Anda bisa masuk melalui utara atau selatan. Namun
untuk parkir yang lebih nyaman saya sarankan Anda masuk melalui utara.
Selain monyet, di
Monkey Forest juga terdapat beberapa rusa. Namun rusa diletakkan di
kurungannya, tetapi Anda masih bisa berinteraksi dengan rusa-rusa tersebut.
Selain binatangnya, ada beberapa hal yang dimiliki Monkey Forest yaitu beberapa
Pura, jembatan dan kolam ikan. Pura terdapat di selatan dan juga ada di samping
kolam ikan, disana pun terdapat kuburan yang terletak diatas. Jembatan terletak
disebelah barat, jembatan itu membentang dari selatan sampai ke utara. Di kolam
ikan itu pun terdapat ikan yang besar-besar, kolam itu pun terlihat unik. Akses
ke kolam pun Anda harus menuruni jembata tangga yang berbentuk seperti naga,
dan dibawah jembatan naga itu terdapat sungai yang jernih. Di tengah Monkey
Forest terdapat kolam untuk tempat para monyet mandi. Mungkin Anda akan
beruntung melihat tingkah para monyet yang sedang mandi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar